Bayi Delapan Bulan di Lombok Tengah Jalani Kontrol Rutin Usai Operasi Hidrosefalus

by -2 Views
Bayi Delapan Bulan di Lombok Tengah Jalani Kontrol Rutin Usai Operasi Hidrosefalus
Nadira Oktavany Putri, bayi berusia delapan bulan yang menjalani penanganan hidrosefalus, menjalani pemeriksaan kesehatan setelah sebelumnya mendapatkan tindakan operasi di RSUP Provinsi NTB. Nadira masih menjalani kontrol rutin untuk memantau kondisinya. [Foto: Dok. Istimewa]

LOMBOK TENGAH, GiliNews.id – Nadira Oktavany Putri, bayi berusia delapan bulan asal Desa Pandan Indah, Kabupaten Lombok Tengah, menjalani kontrol rutin dua kali sepekan setelah menjalani operasi hidrosefalus di RSUP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penanganan Nadira ditinjau Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat mengunjungi kediaman pasien di Dusun Kreak, Desa Pandan Indah, Senin (27/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Iqbal didampingi Direktur RSUP Provinsi NTB, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Baznas, serta sejumlah pihak terkait.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam kunjungan itu, Nadira telah menjalani operasi di RSUP Provinsi NTB dan masih menjalani pemantauan kesehatan melalui kontrol rutin.

“Alhamdulillah, kondisi Nadira sudah jauh lebih baik. Kepalanya tidak lagi membesar seperti sebelumnya. Tetap dijaga makanannya, harus bergizi. Tetap sehat, tetap semangat, dan tetap senyum,” kata Iqbal kepada keluarga Nadira.

Direktur RSUP Provinsi NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., mengatakan rumah sakit tersebut saat ini memiliki dokter spesialis bedah saraf dan fasilitas untuk menangani pasien hidrosefalus.

Menurut Asrul, deteksi dini dan penanganan segera setelah bayi lahir menjadi bagian penting dalam penanganan hidrosefalus, termasuk untuk mendukung terapi dan tumbuh kembang anak.

Kunjungan terhadap Nadira berlangsung di tengah temuan kasus hidrosefalus di sejumlah wilayah NTB. Iqbal menyebut sedikitnya 15 kasus ditemukan dalam kurun sekitar satu tahun terakhir, termasuk di kawasan Lombok bagian selatan.

Pemprov NTB berencana berkoordinasi dengan tenaga ahli dan Dinas Kesehatan untuk mengkaji temuan tersebut.

“Ini menjadi atensi khusus kami. Kami akan berkoordinasi dengan para ahli dan Dinas Kesehatan untuk melakukan kajian secara menyeluruh sehingga kita mengetahui penyebabnya dan dapat menyusun langkah penanganan yang tepat,” kata Iqbal.(sk)