SELONG, GiliNews.id – Lebih dari 30 sekolah di Lombok Timur (Lotim) yang belum mendapat program revitalisasi pemerintah pusat akan diperbaiki melalui anggaran sekitar Rp14 miliar dari APBD.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, H. M. Nurul Wathoni, mengatakan anggaran tersebut dialokasikan melalui APBD, termasuk dukungan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD. Sekolah yang ditangani merupakan sekolah yang sebelumnya telah diusulkan dalam program revitalisasi, tetapi belum mendapat alokasi.
“Yang rusak kemarin tidak dapat, sudah diajukan di revitalisasi, tapi tidak bisa. Akhirnya seperti di Jeringo, kami usulkan lagi dan masuk di (APBD) perubahan,” kata Nurul, Senin (21/9/2026).
Alokasi anggaran setiap sekolah berbeda berdasarkan kebutuhan perbaikan dan ketersediaan anggaran. Sejumlah sekolah mendapat sekitar Rp100 juta, sedangkan lainnya sekitar Rp80 juta.
Nurul menyebut penanganan melalui APBD tersebut mencakup lebih dari 30 sekolah dan berada di luar sekolah yang memperoleh program revitalisasi pemerintah pusat. Jumlah sekolah yang mendapat program revitalisasi disebut mencapai sekitar 200 sekolah.
Pemkab Lotim juga berkoordinasi dengan DPRD untuk memperjuangkan sekolah yang mengalami kerusakan melalui pokir. Sejumlah usulan, termasuk sekolah di Jeringo dan beberapa SD lainnya, telah mendapat dukungan.
Nurul mengatakan kerusakan sekolah perlu ditangani sejak dini agar tidak berkembang menjadi kerusakan berat. Perbaikan ringan, seperti lantai sekolah yang mulai turun, dapat dilakukan menggunakan dana BOS sesuai ketentuan.
“Kadang sekolah ini tidak diperbaiki dari awal. Di BOS itu ada rehab ringan yang boleh. Misalnya lantainya turun, dibiarkan. Padahal itu sebenarnya tinggal diperbaiki,” ujarnya.
Ia berharap dukungan anggaran revitalisasi terus berlanjut setiap tahun. Menurutnya, alokasi sekitar Rp200 miliar per tahun dapat mempercepat penanganan sekolah rusak di Lombok Timur.(Kur)